Pemakaman Razan Ashraf Najjar, Perawat Yang ditembak Israel dihadiri Ribuan Orang

By Arif Syarifudin 04 Jun 2018, 08:56:11 WIBInternasional

Pemakaman Razan Ashraf Najjar, Perawat Yang ditembak Israel dihadiri Ribuan Orang

Keterangan Gambar : Razan Ashraf Alnajar (tengah) Perawat yang ditembak Oleh Tentara Israel (kolase sripoku.com/NET)


Razan Ashraf Najjar, gugur dalam tugas ketika peluru tajam menembus dada perawat 21 tahun hingga merangsek ke jantungnya saat dia sedang memberikan pertolongan pertama pada korban luka ditengah demonstrasi berdarah di perbatasan Gaza, Palestina.

"Razan Ashraf Najjar, seorang relawan paramedis, tewas ditembak di dadanya dan tewas di tangan sniper Israel saat memberikan pertolongan pertama pada korban luka di pagar perbatasan Khan Younes, di selatan Jalur Gaza," demikian dikabarkan kantor berita Palestina, WAFA, seperti dikutip dari dikutip dari CNN, Sabtu (2/6/2018).

Ribuan orang Palestina, yang terdiri dari kolega petugas medis berseragam putih dan warga sipil berbaris dalam prosesi pemakaman Najjar, memegang bendera Palestina dan foto almarhumah. Ayah Najjar, Ashraf, ikut dalam rombongan sambil memegang rompi medis putrinya yang semula berwarna putih, namun kini, memiliki bercak noda merah darah.

"Malaikat saya meninggalkan tempat ini, dia sekarang berada di tempat yang lebih baik. Saya akan sangat merindukannya. Semoga jiwamu beristirahat dalam damai, putriku yang cantik," kata Ashraf.

Pejabat Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, 100 orang terluka oleh tentara Israel dalam lanjutan demonstrasi The Great March of Return pada Jumat, 1 Juni 2018. Sekitar 40 orang di antara total korban luka terkena peluru tajam.

Empat di antaranya merupakan perawat dan paramedis yang tengah membantu korban terluka. Najjar termasuk paramedis yang terkena peluru tajam tentara Israel tersebut.

"Mereka (tentara Israel) tahu kalau Najjar seorang paramedis, dia telah membantu mengobati luka para demonstran sejak 30 Maret (awal rangkaian demonstrasi the Great March of Return)," kata Sabreen, ibu Najjar, sambil terisak kepada Middle East Eye.

"Putriku adalah sasaran para penembak jitu Israel. Peluru langsung ditembak ke dadanya; itu bukan peluru nyasar."

Najjar, sulung dari enam bersaudara, menjadi paramedis setelah mengambil diploma dalam keperawatan umum dan program pertolongan pertama.

Dia menjadi sukarelawan di rumah sakit dan LSM organisasi paramedis, membangun keterampilan dan pengalaman yang kemudian dia gunakan pada korban luka selama demonstrasi the Great March of Return.

Sebagai seorang paramedis, Najjar berkonsentrasi untuk membantu para perempuan dan anak-anak yang terluka selama demonstrasi.

"Putriku akan keluar setiap Jumat antara jam 7 pagi sampai jam 8 malam (di mana biasanya the Great March of Return berlangsung setiap pekan). Dia berada di lapangan melakukan pekerjaannya, menyembuhkan luka orang yang terluka, dan putriku adalah seorang paramedis pemberani yang tidak pernah takut pada penembak jitu Israel," kata ibu Najjar.

"Dia dulu pulang dengan darah menutupi seragamnya. Dia biasanya tinggal di protes sampai semua orang pergi."

 

selamat jalan Razan



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment