Nominator Calon Mendagri: Tiga Kali Jadi Gubernur, Soni: Kita Semua Bersaudara

By Adminjabar 16 Jun 2019, 23:17:57 WIBTokoh

Nominator Calon Mendagri: Tiga Kali Jadi Gubernur, Soni: Kita Semua Bersaudara

Keterangan Gambar : Nominator Calon Mendagri: Tiga Kali Jadi Gubernur, Soni: Kita Semua Bersaudara


Beritajabar.id, Jakarta,- Meski hasil Pilpres 2019 yang memenangkan pasangan 01 Jokowi-Maruf Amin masih digugat di Mahkamah Konstitusi (MK), namun banyak kalangan meyakini, paslon Jokowi-Maruf bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 pada Oktober mendatang.

Kini yang ramai diperbincangkan justru isu di sekitaran bursa calon Kabinet yang akan mendampingi Joko Widodo-Maruf Amin. Nama-nama kandidat calon menteri bahkan sudah santer beredar di kalangan publik. Ada sejumlah nama yang dijagokan akan dipercaya Presiden terpilih untuk mewujudkan programnya.

Menariknya, stok pilihan Joko Widodo untuk memilih putra putri terbaik bangsa ini stoknya cukup melimpah. Salah satu diantaranya bursa calon Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Ada lebih dari enam calon kandidat yang pantas untuk menduduki posisi sebagai Menteri Dalam Negeri.

Mereka diantaranya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,

Masuk juga nama mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Ada juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Kemudian mantan Gubernur NusaTenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang Mohammad Zaenul Majdi.

Masuk juga dalam bursa kandidat calon Mendagri mantan Dirjen Otonomi Daerah/ Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono.

Analisa peluang sejumlah kandidat yang berpeluang untuk dipilih Presiden terpilih Joko Widodo sebagai Menteri Dalam Negeri. Analisa ini dikaji dan dibuat berdasarkan rekam jejak dan peluang politik.

2. Soni Sumarsono, Mantan Dirjen Otonomi Daerah/ Plt Gubenur DKI Jakarta

Salah satu tokoh yang digadang-gadang pantas untuk dipercaya Presiden dan Wapres terpilih Joko Widodo-Maruf Amin menduduki kursi Menteri Dalam Negeri adalah Soni Sumarsono. Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur pada 22 Februari 1959 ini sarat pengalaman dalam pengelolaan pemerintahan yang terintegrasi dan transparan.

Salah satu prestasi monumentalnya adalah ketika mampu meredam aksi 212 berakhir damai. Aksi demo massa di Monas tersebut terjadi saat Soni Sumarsono dipercaya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menduduki jabatan sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta karena Gubernur Basuki Tjahaja Purnama non aktif mengikuti Pilgub DKI.

Soni Sumarsono termasuk sosok yang cerdas dan penuh ide dalam bidang pengelolaan pemerintahan. Menghadapi aksi massa 212 yang akan mendemo istana dan berkumpul di Monas, Soni berusaha mengeliminasi dan meredam emosi massa dengan jargonnya “Kita Semua Bersaudara”.

Semua pemuka agama dikumpulkan Soni untuk diberikan pemahaman pentingnya menjaga kebhinekaan Indonesia. Spanduk dengan slogan “Kita Semua Bersaudara” bertebaran seantero sudut kota Jakarta untuk menyambut massa pendemo dari daerah yang akan menggelar aksi unjuk rasa. Soni meyakinkan pada mereka agar menghilangkan aksi yang menjurus SARA dan ekseklusif agama.

Soni juga berhasil menata pemerintahan daerah menjadi lebih transparan, akuntabel dan memiliki pelayanan yang baik kepada masyarakat dalam pembinaannya selama menjabat Dirjen Otonomi Daerah.

Pengamat politik Urbanisasi menilai sosok Soni Sumarsono layak untuk dipercaya Presiden terpilih Joko Widodo sebagai kandidat calon Menteri Dalam Negeri. “Beliau sosok yang berpengalaman dan pintar dalam ilmu manajemen pemerintahan,” kata Urbanisasi di Jakarta.

Soni juga dikenal sebagai sosok yang mampu merangkul semua kalangan. Wakil Ketua Umum Almuni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini dikenal supel dan mudah diterima. Dalam hal kepemimpinan sosok Soni juga sangat kuat dan disegani para kepala daerah saat menjabat Dirjen Otonomi Daerah.

Tiga kali Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, menunjuk Soni Sumarsono sebagai pejabat daerah atau Gubernur saat pemerintahan daerah kosong karena transisi agenda pemilihan kepala daerah.

Pertama, Sony di tunjuk sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Utara, menggantikan Sinyo Harry Sarundajang yang masa jabatannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara dua periode berakhir pada 20 september 2015 silam.

Yang kedua, Mendagri kembali menunjuk Soni untuk memimpin sebagai Plt DKI Jakarta menggantikan Basuki Tjahaja Purnama, yang harus cuti kampanye karena kembali maju mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Yang ketiga kalinya, atas pengalaman itu, Tjahjo Kumolo juga pernah menunjuk Soni Sumarsono sebagai Penjabat Gubernur Sulsel. Sebab Sulsel di mata Tjahjo, membutuhkan pemimpin yang memiliki pengalaman di bidangnya.

Melihat dari jenjang kariernya, peluang dari suami dari Dra Tri Rachayu sebagai Calon Menteri Dalam Negeri tidak di ragukan lagi. Soni Sumarsono mengabdikan dirinya di pemerintahan, langsung masuk di kementerian dalam negeri (Kemendagri) 1984 .

Sebagai sarjana lulusan tercepat di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, jurusan administrasi Negara, tak sulit baginya untuk masuk dalam Kemendagri.

Lima Kementerian lulus test, tapi Soni lebih memilih Kemendagri karena ingin menjadi pamongpraja yang mumpuni, dan mengabdi bagi negeri ini. Ia pun diangkat resmi PNS 1985 sebagai staf PNS di Ditjen Pembangunan Daerah Kemendagri.

Untuk menunjang kariernya, Soni pun melanjutkan pendidikannya, ia mengambil S2 di Filipina jurusan Manajemen Pembangunan The Asian Institute of Management (AIM), Filipina. Setelah itu ia mengambil doktornya Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Manajemen Pendidikan.

Di tunjang dengan pendidikannya, kariernya pun semakin naik. Beberapa posisi strategis mulai dipercayakan kepadanya. Pada 2001, Soni dipercayakan menjabat Direktur Pengembangan Wilayah (Ditjen Otda) Kemendagri, tak lama menempati posisi tersebut, ia kemudian dipindahkan posisinya sebagai Direktur Keserasian Pembangunan Daerah (Ditjen Otda) pada tahun 2002.

Tahun 2004, ia kemudian menjabat posisi sebagai Sekretaris Ditjen Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda), seteleh itu tahun 2005 Direktur Usaha Ekonomi Masyarakat Desa (Ditjen PMD), tahun 2008 Soni Sumarsono kembali ditunjuk sebagai Direktur Penataan Daerah (Ditjen Otda).

Seiring berjalannya waktu, karena kinerjanya yang mumpuni tahun 2010, Soni Sumarsono dipercaya sebagai pimpinan ASDEP Pengelolaan Lintas Batas Negara, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP.

Selain sebagai ASDEP, ia menjadi Ketua TIM DELAPAN yang berfungsi sebagai dapur pemikiran dan aksi untuk pemeliharaan dan manajerial di perbatasan negara.

Puncaknya lima tahun kemudian, berkat kinerja, kemampuan, dan intelektualnya, Soni Sumarsono mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi Madya tahun 2015. Melalui seleksi terbuka tersebut, Soni Sumarsono pun diangkat Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otoda) Kemendagri.

Soni Sumarsono pun sudah tiga tahun menjabat sebagai Dirjen Otoda Kemendagri, ia dianggap paling senior di kemendagri, tahun 2019 ia harus pensiun sebagai Aparatur Negara. (Man)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019 - 2024
  1. Joko Widodo - Maruf Amin
  2. Prabowo Subianto - Sandiaga Salahudin Uno

Komentar Terakhir

  • osofeyvone

    Toxic dfw.axrc.beritajabar.id.zis.nx injections cytoplasmic extraneous ...

    View Article
  • osipediulekew

    K, lzz.mehy.beritajabar.id.kzd.qo epilepsy, dogs ...

    View Article
  • AaronRon

    [url=http://abilify.run/]canadian abilify[/url] ...

    View Article
  • eveuldivu

    Serological zyo.tfrm.beritajabar.id.zdo.jr neoplastic ...

    View Article