Manfaatkan Bocah Tawuran, Bandar Narkoba Nyaris Kecoh Polisi

By 11 Jul 2018, 14:34:56 WIBHukum

Manfaatkan Bocah Tawuran, Bandar Narkoba Nyaris Kecoh Polisi

Keterangan Gambar : Manfaatkan Bocah Tawuran, Bandar Narkoba Nyaris Kecoh Polisi


Beritajabar.id, Jakarta - Memanfaatkan aksi tawuran di kawasan mall Season City, Tambora, Jakarta Barat. Sekelompok pengecer narkoba bertransaksi, mereka memanfaatkan kelengahan polisi yang mengamankan tawuran.

Modus itu kemudian terbongkar, ketika Polsek Tambora, Jakarta Barat mengendusnya. 4,2 kilogram sabu bersama 4.627 ekstasi berhasil di sita polisi bersama dengan enam orang pria dewasa. 

“Modusnya cukup unik, ini baru kami ungkap. Biasanya hanya ‘katanya - katanya’. Tapi ini terjadi saya sendiri sanga terkejut,” ucap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (10/7/2018).

Hengki mengapresiasi betul kasus yang diungkap Polsek Tambora. Ia mengakui tanpa kejeliannya, kasus ini akan lenyap hilang. Bermodal selinting ganja yang dibawa salah satu pelaku tawuran, polisi kemudian berhasil membongkar kasus ini. 

Hengki kemudian mengakui tawuran yang terjadi pada Rabu (5/7/2018) lalu antara geng Liberty Jembatan Besi dan geng Semeru Grogol ini memanfaatkan bocah bocah. Dengan mencekoki anak remaja dengan miras dan mematiknya melalui medsos, sejumlah bocah kemudian terpancing untuk tawuran.

Sementara disaat tawuran terjadi, para bandar asik membagikan sabu ke sejumlah pengecer. Satu kilogram sabu berhasil beredar saat kejadian ini.

Dalam kasus itu, Hengki menyebutkan pihaknya mengamankan AT, 34, yang diduga kurir narkoba. Sementara empat orang lainnya, yakni Suharso, 44, Yoki Sabila, 23, Aldo Mertu Wijoyo, 19, Sutomo, 19, dan Dion Faturahman, 19 yang terlibat tawuran.

“Diantara yang diamankan merupakan preman. Kami menyakini mereka terlibat dan bukan dari kelompok bertikai. Artinya ini sengaja dilakukan karena untuk memuluskan transaksi narkoba,” ucap Hengki.

Selain mengamankan enam pelaku, Polisi tengah memburu dua pelaku lain, yakni Am dan  Bb yang diduga pemilik barang.

Semeru Pematik

Kapolsek Tambora, Kompol Iverson Manossoh mengatakan terbongkar kasus cukup menarik. Sebab tawuran di rangsang melalui kelompok semeru, sementara narkobanya berada di kelompok jembatan besi.

Iver menduga, satu pengecer yang berasal dari kelompok semeru ini kemudian mematik kelompok jembatan beso. Sementara para pengecer lainnya mencekoki bocah di jembatan besi dengan miras. Alhasil tawuran mudah di picu lantaran emosi yang labil.

“Disinilah tawuran kemudian terjadi. Anggota kemudian di sibukkan membubarkan tawuran. Sementara pelaku lainnya memanfaatkan kekisruhan dan bertransaksi,” ucap Iverson.

Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Supriatin menambahkan terungkapnya narkoba dalam kasus ini setelah pihaknya menyisir kawasan tawuran. 

Berbekal selinting ganja yang ditemukan salah satu pelaku. Supriatin kemudian menggrebek rumah no 36 di jembatan Besi II,  Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Ditempat itu 4,2 kilogram sabu dan 4.627 ekstasi diamankan. 

“Saat kami grebek. Bandarnya kabur, melalui lantai tiga, kami masih memburu,” ucapnya.

Polisi sendiri masih menyelidiki kasus ini. Namun dari intograsi sementara, AW diketahui merupakan bandar yang cukup tersohor, jaringan narkoba residivis ini telah tersebar hingga ke kelompok semeru. 

“Beberapa orang yang diamankan positif narkoba,” tutur Supriatin.

Narkoba Tak Ditolerin

Walikota Jakarta Barat, Rustam Efendi yang hadir menegaskan temuan ini tidak bisa di tolerin. Ia berjanji akan membenahi kawasan itu dan mencari solusi terbaik.

“Kami mengapresiasi betul langkah polres. Ini cukup menarik, tawuran yang diselingi transaksi. Pemkot Jakbar tidak mentolerin hal ini,” kata Rustam dilokasi.

 

Karena itu, ia mengatakan berkomitmen dan terus bersinergi dengan jajaran Polres dan Kodim dalam memberantas narkoba. Operasi rutin dilakukan menyisir kawasan dan kampung kampung yang terindikasi narkoba.

Dalam kesempat itu, Rustam meminta agar masyarakat lebih terbuka dan tidak takut. Menurutnya informasi sekecil apapun dari masyarakat akan menjadi informasi penting, karena itu pihaknya akan menelusuri segala informasi yang ada. 

Kriminolog Universitas Indonesia, Josias Simon mengatakan kejadian ini harus menjadi pilot project dari sekian banyak kasus tawuran yang terjadi di Jakarta. Josias menyaran agar polres lain mengikuti apa yang dilakukan Polres Jakarta Barat.

“Memang itu modus lama. Tapi ini yang terpenting adalah pengungkapannya. Polres lain harus mengikuti, jangan diam saja, tapi telusuri setiap tawuran yang terjadi,” kata Josias.

Josias menduga, kejadian semacam ini bisa terjadi di kawasan Johar baru, berland, dan manggrai. Sebab di tempat tempat lokasi tawuran itu sebuah kampung narkoba tercatat pernah ada.

“Harus ditelusuri untuk membuktikan. Polisi jangan takut kecolongan,” tutupnya. 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment