Mahasiswa UGM Temukan Tamaresi, Alat Bantu Bayi Asfiksia

By Adminjabar 12 Jul 2018, 06:05:11 WIBKesehatan

Mahasiswa UGM Temukan Tamaresi, Alat Bantu Bayi Asfiksia

Keterangan Gambar : Mahasiswa UGM Temukan Tamaresi, Alat Bantu Bayi Asfiksia


Beritajabar.id, Yogyakarta - Setiap bayi yang baru lahir, tidak semua berjalan normal, bahkan ada yang terjadi asfiksia atau gagal nafas. Kasus ini termasuk dalam gawat darurat dan memerlukan tindakan cepat untuk menyelamatkan bayi.

Umumnya tindakan yang dilakukan di bidan praktik mandiri pada bayi yang terkena kasus ini adalah memberikan bantuan napas atau Ventilasi Tekanan Positif (VTP) menggunakan sungkup.

Kemudian dirujuk ke pelayanan kesehatan tingkat lebih tinggi dengan terus menerima bantuan napas selama perjalanan. Pemberian bantuan pernapasan tersebut dalam prosedurnya disarankan menggunakan alas yang keras, datar, dan hangat.

Permasalahannya, hingga saat ini belum banyak praktik bidan yang memiliki kendaraan dan alat khusus untuk merujuk pasien (ambulance) dan masih menggunakan mobil pribadi bidan. Pemberian VTP dilakukan dengan posisi menggendong bayi karena belum tersedianya alat khusus yang dapat digunakan sebagai alas bayi.

Mengatasi hal tersebut, sekelompok mahasiswa UGM mengembangkan alat yang dapat digunakan untuk mempermudah proses perujukan bayi khususnya pada bayi dengan kasus asfiksia.

Alat yang dinamakanTamaresi, kependekan dari Tandu Penyelamat Resusitasi pada Bayi, diperuntukkan sebagai alas pemberian resusitasi sehingga diharapkan dapat memudahkan proses perujukan bayi dengan kasus gawat darurat asfiksia.

Alat ini dikembangkan oleh Hanny Afifah (DIV Kebidanan), Madinatul ‘Ilim (DIV Kebidanan), Arina Nursafrina Rahmatina (DIV Kebidanan), Chairul Anis Aribah (S1 Akuntansi), dan Arini Yuni Lastuti (DIV Kebidanan) di bawah bimbingan dosen program studi DIV Kebidanan SV UGM, Diah Wulandari, M.Keb.

Hanny Afifah menerangkan Tamaresi terdiri dari matras dan sarung bedong.

“Alat ini tidak hanya untuk merujuk bayi ke pelayanan kesehatan tapi juga bisa diguanakankasur bayi portable,” ujarnya, Rabu (11/7/2018).

Selain itu, tambah Afifah,Tamaresi bisa digunakan sebagai bedong bayi baik menggunakan alas matras maupun tanpa alas, bahkan matrasnya sendiri pun dapat digunakan sebagai alas pijat bayi.

“Permukaannya yang tidak menyerap air atau minyak yang digunakan untuk memijat,” katanya.

Alat yang dikembangkan oleh timnya ini, kata Hafifah, diharapkan bisa memudahkan pekerjaan bidan sekaligus bermanfaat bagi masyarakat, dan orang tua, untuk menolong bayinya apabila terkena gagal nafas saat lahir. (bh)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Juara Piala Dunia 2018 ?
  Prancis
  Belgia
  Inggris
  Kroasia

Komentar Terakhir

  • Advertising agency jakarta

    urusan menang kalah biarka para pemilih yang menentukan, yang peting dari kedua belah ...

    View Article
  • Grammarly Student Discount

    I have to say, I thought this changed into a pretty interesting read with regards ...

    View Article
  • Nha cai Uy tin

    you have raised an crucial issue..thank you for sharing..I would really like to read ...

    View Article
  • Plafon

    aneh aneh aja orang sekarang, kaya gini bangunanya di bilang dari batu gaib :D, ...

    View Article